Friday, March 26, 2021

Mendampingi Anak Menjelajah Dunia

 


Assalamu’alaikum.

Menjadi ibu memang harus selalu terus berusaha untuk memperbaiki diri. Apalagi zaman yang terus berkembang, perubahan yang semakin pesat, membutuhkan kemampuan yang lebih canggih untuk menghadapi segala tantangan. Pandemi Covid-19 sudah mengubah banyak hal dalam waktu sebentar. Saya sempat terkejut saat pandemi hadir. Apalagi saya adalah seorang ibu yang bekerja di ranah publik. Saya terbiasa meninggalkan semua urusan kampus, saat ada di rumah. Bagi saya, ketika di rumah saya harus fokus mengurus anak-anak, suami, dan urusan domestik. Namun ketika pandemi menyerang, pekerjaan saya tumpang tindih, antara tugas di ranah domestik dan di ranah publik. Selain saya harus bekerja dari rumah, saya juga harus mendampingi si sulung sekolah dari rumah.

Mendampingi anak sekolah dari rumah bukanlah hal yang mudah. Apalagi di awal pandemi, saat semua pihak beradaptasi. Saya kemudian menyadari bahwa perubahan yang terjadi harus dihadapi. Saya sempat berada dalam posisi yang serba salah di satu sisi saya adalah seorang ibu yang punya kewajiban terhadap anak-anak, di satu sisi saya juga mempunyai kewajiban menunaikan pekerjaan saya. Apapun yang terjadi hidup harus terus berjalan ya kan? Jalani saja apa yang terjadi. Satu hal yang saya sadari bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, sehingga seorang ibu memang harus terus meningkatkan kualitas dirinya. Senang  sekali Sabtu lalu, tepatnya tanggal 20 Maret 2021, saya mengikuti webinar yang diadakan oleh SMA PINTAR Lazuardi yang temanya pas banget "Jadi Parents Melek Digital Ala Gen Z"Ada Ibu Dya Loreta, Ibu Inayah Sri Wardhani dan Ibu Fiki Maulani sebagai narasumber.


Sekolah dari rumah atau belajar melalui daring menuntut kita mendampingi anak-anak lebih maksimal. Kita tidak bisa melepas begitu saja saat anak belajar daring. Ditambah lagi saat daring, pemakaian gawai semakin meningkat. Saya dan suami pun lebih sering memperlihatkan pemakaian gawai di rumah saat bekerja dari rumah. Saya sempat terkejut saat si sulung mengotak-atik aplikasi di telepon pintar saya. Tanpa diajari dia sudah tahu bagaimana menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.

Ternyata generasi Z lahir saat teknologi digital sudah tersedia, bahkan berkembang pesat. Generasi Z adalah yang lahir pada kuruTernyata generasi Z lahir saat teknologi digital sudah tersedia, bahkan berkembang pesat. Generasi Z adalah yang lahir pada kurun waktu antara 1995 sampai 2010. Generasi setelahnya adalah generasi alpha. Nah anak saya termasuk generasi ini. Pantas saja lebih canggih dari ibunya. Salah satu narasumber dalam webinar yang saya ikuti tempo hari, ibu Dya Loreta mengatakan bahwa generasi Z dan setelahnya memiliki gaya belajar yang berbeda dengan generasi sebelumnya. 


Gaya Belajar Anak Generasi Z

Ada beberapa gaya belajar generasi Z yang perlu diketahui agar ibu bisa mendampingi anak menjelajah dunia:

  • Gaya belajar audiovisual, bisa mendengarkan sekaligus melihat dalam satu waktu.
  • Bergantung pada teknologi digital
  • Mudah menangkap pembahasan
  • Kritis
  • Senang mencoba hal-hal baru
  • Mudah mencerna arahan tutor/guru yang memposisikan diri sebagai teman

 


10 Profesi Masa Depan

Ada hal lain yang menarik saat webinar tersebut, dikatakan bahwa ada sepuluh profesi di masa depan. Saat zaman saya dulu, jika ditanya cita-cita pasti jawabnya dokter atau polisi. Nah anak zaman sekarang jika ditanya mau jadi apa jawabannya ada yang jadi youtuber bahkan gamer. Kalau anak saya ditanya cita-cita masih ingin jadi tentara tapi dia sangat suka membuat video dan kadang bertingkah seperti youtuber. Ya memang sudah zamannya, ketika penggunaan gawai menjadi kebutuhan sehari-hari. Penggunaan gadget tidak bisa lagi dihindari, hanya perlu dibatasi dan diawasi. Jangan sampai anak menjelajah dunia sendiri, tugas kita mendampingi.

Anak zaman sekarang butuh orang tua yang melek digital. Anak akan bangga jika ibunya bisa ikut menjelajah dunia bersamanya. Mereka cenderung tidak suka orang tua yang kudet alias kurang updet. Untuk meraih cita-cita dan menunjang masa depannya, perlu juga didukung dengan bersekolah di sekolah yang tepat. Sekolah ini menggunakan pembelajaran blended learning. Terus terang saya baru tahu karena saya pikir selama ini hanya kampus yang memakai project based learning yang didukung Learning Management System (LMS)



SMA Pintar Lazuardi

SMA PINTAR LAZUARDI-BLENDED LEARNING HIGH SCHOOL mulai beroperasi sejak tahun 2021-2022 sebagai pengembangan dari sekolah Lazuardi Group.

Sekolah online, khususnya untuk universitas dan SMA, tampaknya akan menjadi trend sekolah alternatif yang tak terhindarkan. Lazuardi konsisten akan ikut serta memberikan kontribusi pada sistem pendidikan di negeri kita, dengan menyelenggarakan SMA Blended Learning tanpa meninggalkan kreativitas secara optimum.

Caranya dengan menambahkan aktivitas hands on mandiri siswa lewat project based learning. Juga dukungan Learning Management System (LMS) yang diberi nama Pintar. 


 

SMA PINTAR LAZUARDI-BLENDED LEARNING HIGH SCHOOL menggabungkan antara kegiatan tatap muka dan pembelajaran online dengan prosentase pembelajaran online lebih besar. Kegiatan tatap muka akan dilakukan seminggu sekali di sekolah home based. Kegiatan tatap muka difokuskan untuk:

·         pembentukan karakter,

·         pengembangan keterampilan sosial,

·         coaching tentang karir,

·         kegiatan praktikum yang tidak dapat dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran online.

Untuk peserta didik yang berasal dari wilayah yang belum tersedia sekolah home based, kegiatan tatap muka akan digantikan dengan program pengayaan dan coaching yang dilakukan secara online.


Kurikulum

Kurikulum di SMA Lazuardi mengacu pada kurikulum Nasional yang sedang berlaku diperkaya dengan konten kurikulum dari berbagai negara dan kurikulum keahlian.

VISI : Masyarakat berbudaya luhur berlandaskan kebaikan welas asih, dan kebahagiaan spiritual.

MISI : Menggali dan mengembangkan potensi setiap individu dalam menciptakan perbaikan kehidupan.



LEARNING MANAGEMENT SYSTEM


Pedagogical Intelligence Architecture (PINTAR) adalah sebuah strategi pedagogi (pembelajaran) yang diterapkan melalui sebuah Learning Management System (LMS) online yang memperhatikan keterikatan antara peserta didik dengan proses pembelajaran melalui feedback process.

PINTAR (Pedagogical Intelligence Architecture)

adalah LMS pendukung pembelajaran online di SMA Pintar Lazuardi yang didukung oleh aplikasi yang canggih yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja.

 

  

KEUNGGULAN LMS PINTAR


·   MULTIPART berarti materi disampaikan dalam bagian-bagian kecil dan dipilih hanya materi fundamental dari sebuah mata pelajaran. Upaya ini dimaksudkan agar mudah dipahami secara mandiri oleh siswa.

·         FEEDBACK SYSTEM akan memastikan peserta didik terlibat aktif, berinteraksi, saling memberi dan menerima umpan balik (feedback) untuk efektivitas belajar, mengetahui capaian hasil belajar, terbentuknya komunitas belajar, mendokumentasikan portofolio yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

·  DIFFERENTIATED LEARNING Dimulai dengan diagnostic assessment, sehingga dapat memandu learning path yang akan dilalui siswa dari urutan materi dan memungkinkan siswa memiliki tahapan belajar yang berbeda.

·     LEARNING PATH peserta didik akan memililki ‘jalur/peta’ untuk mencapai hasil belajar yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan pembelajaran.

·       MULTI-FRIENDLY CONTENT Materi dan media pembelajaran dikemas dalam beragam bentuk sesuai kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Disajikan sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh peserta didik.

·  GAMIFICATION Pembelajaran online juga mempertimbangkan kesenangan dan keseruan. Ini dilakukan dengan menambahkan unsur games dalam pembelajaran.

 

Itulah sedikit cerita saya saat mengikuti webinar beberapa waktu yang lalu. Mendampingi anak menjelajah dunia memang tugas kita sebagai orang tua. Tidak ada salahnya berusaha untuk menjadi orang tua kebanggaan anak. Oh iya, kalau mau info lebih lanjut tentang SMA Pintar Lazuardi bisa mengunjungi Instagram SMA Pintar Lazuardi dan Fanpage SMA Pintar Lazuardi.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar yang sopan ya :)



Jangan lupa follow IG @ummi_lilihmuflihah dan Twitter @UmmiLilih