Monday, November 9, 2020

Menggambar dan Mewarnai Bersama


Assalamualaikum.

Tabik pun,

Tantangan ketiga Bunda Sayang Ibu Profesional kali ini memang membuat saya banyak merenung. Menjadi sahabat anak tidaklah mudah. Selama ini anak-anak memang suka bercerita tentang aktifitasnya di luar rumah, namun terkadang saya dan suami kurang menanggapi dan kadang menanggapinya dengan berlebihan sehingga mereka enggan untuk bercerita lagi. Kadang-kadang saya dan suami belum bisa mengelola emosi dengan baik, masih menurutkan ego masing-masing.

Zona ke-3 Melatih Kecerdasan Emosional dan Spiritual seperti menegur saya untuk terus memperbaiki diri. Selama ini kami terlalu menginginkan anak-anak menjadi penurut. Anak-anak harus melakukan apa yang kami mau dan saat mereka melakukan kesalahan, mereka harus mendapatkan teriakan teguran keras. Ini yang menjadi tantangan terbesar kami, mengendalikan emosi dan ego pribadi. Kadang kami terlalu memikirkan pendapat orang lain, kami menjadi haus pengakuan bahwa kami bisa mendidik anak dengan baik sehingga memiliki anak-anak yang penurut.

Kita mungkin terbiasa untuk memaklumi tindakan anak orang lain yang tidak sesuai dengan keinginan, namun kita mungkin kurang bisa menerima jika tindakan yang tidak sesuai itu dilakukan oleh anak kita sendiri. Hal itu menjadi bahan renungan bagi kami. Anak-anak memiliki keunikan masing-masing. Mereka kadang mengekspresikan perasaannya dengan berbagai cara. Memang butuh banyak sabar dalam proses mendidik anak dan kami masih harus banyak belajar.

Nama Kegiatan            : Sahabat, Cinta, dan Bahagia

Penasehat                     : Abi

Ketua                           : Ummi

Anggota                       : Mamas M (6,5 tahun)

                                       Mbak M (5 tahun)

                                       Adek Q (2 tahun)

Rencana

Menggambar dan mewarnai bersama. Saya mendampingi anak-anak menggambar dan mewarnai. Saya akan meminta mereka bercerita apa yang digambar, lalu saya menyisipkan nasihat dari percakapan kami tersebut.

Aktual dan Kendala

Hasil Menggambar dan Mewarnai Mamas M

Mamas M sangat menyukai kegiatan menggambar dan mewarnai, sementara Mbak M kurang menyukainya. Namun demikian Mamas M dan Mbak M, saya ajak untuk berbincang mengenai gambar buatan mereka. Saya memberikan pemahaman bahwa setiap keluar rumah dan naik kendaraan harus selalu membaca doa, lalu saya meminta mereka untuk membaca doa keluar rumah dan naik kendaraan.

Mamas menggambar kereta dan saya menanyakan alasannya menggambar kereta, akan tetapi dia hanya menjawab tidak tahu. Sepertinya tidak ada alasan khusus mengapa dia menggambar kereta. Mungkin karena tempat tinggal kami tidak jauh dari rel kereta api dan setiap hari kami selalu mendengar suara kereta meski kami belum pernah pergi menggunakan jenis transportasi itu.

Kendalanya adalah saya bingung mau mengaitkan nasihat apa yang bisa saya berikan berkaitan dengan hasil gambar mamas, apalagi gambar mbak yang masih abstrak. Selain itu Adek Q ikut meramaikan suasana dengan ikut menggambar. Sempat terjadi protes karena adek mengacak-acak kertas dan pensil warna. Mamas dan Mbak kompak memarahi adek, yang akhirnya kami beristighfar bersama-sama.

Refleksi

Hasil Menggambar Mbak M

Kegiatan ini sangat menarik bagi anak-anak. Namun memerlukan banyak waktu karena saat mereka melakukan kegiatan tersebut, mereka penuh perhatian, bahkan mereka marah saat ada yang mengganggu keasyikan mereka. Butuh kesabaran dalam menghadapi ini semua, saya hampir terbawa suasana saat mamas dan mbak memarahi adiknya. Selanjutnya jika terjadi perdebatan, saya harus bersikap lebih bijaksana, tidak lebih membela adik mereka dengan alasan adik masih kecil. Jika bersalah harus ditegur, namun dengan cara yang baik.

Ekspresi

89% untuk kegiatan ini. Kami merasa sangat dekat satu sama lain.


#harike2

#tantangan15hari

#zona3cerdasemosidanspiritual

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

#familyproject

#sahabatterbaik

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar yang sopan ya :)



Jangan lupa follow IG @ummi_lilihmuflihah dan Twitter @UmmiLilih