Monday, November 9, 2020

Mendengar Kisah dan Memecahkan Misteri

 


Assalamualaikum.

Tabik pun,

Alhamdulillah saya berhasil melewati zona 1 dan 2. Meski menulis jurnal kegiatan seadanya, saya berusaha melakukan tantangan dengan sebaik-baiknya. Saya bersyukur karena dengan mengikuti Bunda Sayang Ibu Profesional, saya lebih banyak merenung dan mencoba untuk menjadi seorang yang selalu memperbaiki diri. Sempat ingin menyerah karena keteteran dalam menuliskan tantangan, apalagi beberapa teman di grup memilih untuk rehat dari kegiatan perkuliahan Ibu profesional, Bunda Sayang. Tapi kemudian aku memutuskan untuk menguatkan diri untuk terus menimba ilmu di Bunda Sayang.

Sungguh sayang jika aku berhenti sampai di sini. Masalahnya hanya karena tidak bisa membuat jurnal kegiatan yang sempurna. Saya merasa tidak percaya diri dengan jurnal yang kutulis. Sepertinya saya terlalu tinggi menetapkan standar. Keinginan saya adalah bisa membuat jurnal yang sempurna, dengan rangkaian kata yang indah yang dilengkapi dengan foto-foto yang cantik. Namun kenyataannya saya terjebak dalam tugas di ranah publik sehingga tak punya banyak waktu untuk merangkai kata di jurnal kegiatan tantangan Bunda Sayang ini. Selain itu, saya juga kesulitan dalam mendokumentasikan kegiatan aku bersama anak-anak dalam bentuk foto. Kadang si bungsu jika sudah melihat umminya memegang gawai, dia pun ingin memegangnya, kadang juga saya lupa atau tak sempat mengambil foto. Apalagi aku bukan orang yang terbiasa untuk mengabadikan peristiwa dalam segala suasana.

Zona ke-3 ini, tantangan yang harus dilakukan adalah menjadi sahabat untuk anak-anak dalam balutan Melatih Kecerdasan Emosional dan spiritual. Awalnya aku bingung karena harus ada Family Project yang direncanakan sebelumnya. Dalam pikiran saya family project adalah kegiatan yang sifatnya pergi ke luar bersama anak-anak, menghabiskan waktu jalan-jalan, dan semacamnya. Namun ternyata family project bisa dibuat untuk kegiatan-kegiatan yang sederhana seperti bermain bersama di rumah.

Selama 10 hari ini saya akan melatih anak-anak untuk cerdas emosional dan spiritual. Sebenarnya ini bukan yang pertama kali dilakukan, sebelumnya juga sudah dilakukan namun tidak terlalu maksimal. Apalagi saya juga tipe orang yang mudah moody dan sering kurang sabar dalam menghadapi anak-anak. Ketika saya mengetahui bahwa tantangan selanjutnya adalah melatih kecerdasan emosional dan spiritual, saya berkata dalam hati bahwa seharusnya diri saya dan suami yang dilatih. Tapi bagaimanapun, sebagai manusia memang harus selalu belajar dan berlatih karena belajar di universitas kehidupan tak akan pernah berakhir sampai akhir hayat.

 

Nama Kegiatan            : Sahabat, Cinta, dan Bahagia

Penasehat                     : Abi

Ketua                           : Ummi

Anggota                       : Mamas M (6,5 tahun)

                                       Mbak M (5 tahun)

                                       Adek Q (2 tahun)

Rencana

Dongeng sebelum tidur. Saya berkisah pada anak-anak menjelang tidur malam. Anak-anak diajak untuk mendengarkan cerita dan memcahkan misteri.

Aktual dan Kendala

Mendengar Kisah dan Memecahkan Misteri

Saya terinspirasi dari cara mengajar tutornya Mamas M yang mengajar science melalui dongeng. Dia mendongeng tapi tak sekedar berkisah, di dalam kisahnya diselipkan teka-teki. Saya pun meniru gaya berceritanya dengan kisah yang saya rangkai sendiri. Sambil meninabobo Adek Q, saya berkisah pada Mamas M dan Mbak M tentang seorang ayah yang tidak kunjung pulang ke rumah, kemudian mengirim pesan kepada anak-anaknya melalui ibunya, agar mereka menemuinya di suatu tempat. Pada saat perjalanan ke tempat itu, mereka menemui berbagai tantangan. Di setiap tantangan mereka diminta untuk menjawab pertanyaan. Saya bertanya tentang Rukun Islam, Rukun Iman, nama-nama nabi, saya juga meminta mereka untuk membaca beberapa ayat Al Quran dalam Juz 30.

Tidak ada kendala yang berarti kecuali posisi saya mendongeng sambil tiduran meninabobo Adek Q, terasa agak pegal. Saya pun tidak bisa terlalu mengekspresikan karakter tokoh melalui raut wajah, saya hanya mengandalkan nada suara untuk mengekspresikannya. Hehe... Mamas M dan Mbak M sangat fokus dengan kisah yang saya ceritakan, apalagi saat saya memberikan pertanyaan-pertanyaan. Mereka sangat girang ketika bisa menjawab pertanyaan dari saya dan berhasil membantu tokoh utama membuka jalan menuju tempat yang dimaksud dalam cerita.

Refleksi

Kisah yang diceritakan gaya ceritanya mirip dengan yang diceritakan tutor mamas sehari sebelumnya. Tapi dengan begitu, Mamas M seperti teringat kembali akan keseruannya bersama tutornya itu. Mbak M juga antusias karena dia juga bisa menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan. Adek Q pun terlelap saat saya selesai mendongeng.

Saya akan merutinkan gaya bercerita seperti ini, saya bisa menyisipkan nasehat dan juga sambil mengingatkan kembali nilai-nilai agama serta menguji pengetahuan anak-anak. Namun saya harus bisa banyak mencari referensi cerita atau merangkai cerita yang tidak monoton agar anak-anak tidak bosan. Sayangnya, abi hanya jadi pengawas dalam kegiatan ini. Semoga suatu saat abi juga bisa mendongeng untuk anak-anak.

Ekspresi

95 % untuk kegiatan malam ini. Kami semua bahagia.

 

#harike1

#tantangan15hari

#zona3cerdasemosidanspiritual

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

#familyproject

#sahabatterbaik

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar yang sopan ya :)



Jangan lupa follow IG @ummi_lilihmuflihah dan Twitter @UmmiLilih