Thursday, October 15, 2020

Tantangan Melatih Kemandirian Mengenakan Pakaian Sendiri

 

Assalamu’alaikum.

Tabik pun,

Tantangan melatih kemandirian Bunda Sayang Ibu Profesional masih berlanjut. Kemandirian anak dapat dibangun dengan dukungan dan kesempatan yang diberikan oleh orang tua dan lingkungan sekitarnya. Tentu saja dukungan dan kesempatan itu harus diiringi dengan kesabaran dan komitmen karena memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba sesuatu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ketika pertama kali seorang anak melakukan sesuatu, dibutuhkan kesabaran orang tua untuk membimbing dan melatihnya. Lalu, saat si anak sudah bisa melakukannya, orang tua harus memiliki komitmen yang tinggi, misalnya anak membutuhkan waktu yang lama untuk makan, makanan yang di makan ada yang jatuh dan berserakan di lantai, dan sebagainya.

Kemandirian anak perlu dilatih sejak dini dan dimulai dari hal-hal yang kecil. Menurut artikel yang pernah saya baca, anak yang mandiri memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik. Anak yang mandiri akan tumbuh dengan rasa percaya diri, bertanggung jawab, tidak egois, dan solutif. Anak yang mandiri akan lebih bisa mudah beradaptasi dengan lingkungannya dan cenderung mampu menyelesaikan masalahnya dengan baik. Akan tetapi dalam paraktiknya, saat melatih kemandirian orang tua dihadapkan pada berbagai tantangan.

Tantangan melatih kemandirian yang paling besar bagi saya adalah kurangnya kesabaran dalam menghadapi tingkah laku anak-anak. Terkadang anak-anak mencari perhatian yang berlebihan dengan orang tuanya, sehingga ia tidak mau melakukan sesuatu padahal bisa dilakukannya sendiri. Kesabaran inilah yang terus-menerus saya latih dalam membersamai anak-anak. Saya adalah tipe yang mandiri sejak kecil. Kadang-kadang tanpa sadar saya  menerapkan gaya didikan orang tua saya saya dulu yang ternyata tidak selalu bisa diterapkan pada anak-anak zaman sekarang.

 

Temuanku

Mbak M masih menginginkan pakaian udah tersedia untuk dikenakan sehabis mandi. Ia sering masih enggan untuk membuka lemari dan mengambil pakaiannya sendiri padahal Mbak M termasuk anak yang punya gaya sendiri dalam berpakaian. Ia selalu ingin berpakaian sesuai pilihannya. Mbak M sudah bisa mengenakan pakaiannya sendiri hanya saja sering membutuhkan waktu yang lama untuk mengenakannya.

Strong why

Mencari dan mengenakan pakaian sendiri merupakan salah satu bentuk kemandirian. Proses memakai baju melatih motorik kasar saat mengangkat lengan dan kaki dengan gerakan tertentu, melatih keseimbangan, motorik halus saat memasang kancing, melipat kerah leher, menarik resleting. Selain itu melatih kemampuan kognitif saat memilah-milih baju sendiri.

Strategi untuk melatih kemandirian

Saya harus bersabar saat Mbak M memilih dan mengenakan pakaiannya. Selain itu mengurangi gangguan-gangguan yang bisa menghambat ia mengenakan baju, misalnya mematikan televisi serta memberikan batas waktu agar ia lebih cepat dalam memilih dan mengenakan pakaiannya.

Sukses apa aku hari ini

Mbak M memilih dan mengenakan pakaian sendiri, namun masih membutuhkan waktu yang lama karena ia sambil bernyanyi dan mengajak ngobrol adik bungsunya.

Tantanganku saat ini

Abinya Mbak M hampir saja membantunya mengenakan pakaian karena geregetan. Mbak M masih terlalu santai dalam melakukan beberapa hal.

Ingin sukses apa esok hari

Semoga esok bisa lebih baik lagi. Saya bisa lebih kompak dengan abinya anak-anak dan bersabar menghadapi keseruan melatih kemandirian anaka-anak.

Rasaku hari ini

Perasaan saya hari ini sedikit kecewa karena saya masih belum bisa menemukan cara agar Mbak M lebih cepat dalam memilih dan mengenakan pakaiannya sendiri.

Respon ananda

Mbak M senang karena ia bisa mengenakan pakaian sesuai yang diinginkannya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar yang sopan ya :)



Jangan lupa follow IG @ummi_lilihmuflihah dan Twitter @UmmiLilih