Friday, September 4, 2020

Tantangan Pertama Bunda Sayang Hari Ke-2


Assalamu'alaikum.

Tabik pun,


Masih tentang komunikasi produktif. Selama 15 hari, mulai dari kemarin, Bunda Sayang Angkatan # 6 Ibu Profesional memberikan kami tantangan untuk melatih komunikasi produktif. Saya memilih untuk mendokumentasikan hasil latihan pada si sulung. Saya sempat senyum sendiri, bagaimana tidak, ada pembagian kelompok wa grup berdasarkan umur anak. Ada kategori menikah dengan usia anak 0-6 tahun. Ketiga anak saya masuk dalam kategori itu.

Memiliki anak dengan jarak yang tidak terlalu jauh merupakan tantangan. Saya tidak menyesal dengan apa yang terjadi, meski pernah ada yang menyindir seolah saya tidak memiliki perencanaan hidup, tidak ada masa depan anak-anak. Kan kasihan anak masih terlalu kecil sudah punya adik. Itulah yang terjadi pada si sulung, usianya baru 18 bulan ketika adiknya yang pertama kali lahir.

Saya anak sulung dan mungkin tanpa sadar mendidik si sulung, seperti orangtua saya. Kadang-kadang anak sulung dituntut untuk mandiri dalam segala hal. Sejak adiknya lahir, si sulung sudah berbagi ASI dengan adiknya. Makan sendiri, mandi sendiri, dan kadang tanpa sadar saya meminta izin si sulung untuk belajar sendiri. Kadang saya lupa, kalau dia masih terlalu kecil dan mungkin teman seusianya yang bukan anak sulung, masih begitu dimanjakan.

Hari ini saya melatih kembali komunikasi produktif dengan si sulung. Saya masih melakukan kesalahan yang sama seperti kemarin. Saya masih meninggikan suara dan tidak menatap matanya karena sedang mengurusi adiknya yang bungsu.

"Mas, pakai air, sabun, sampo, dan odol seperlunya." Saya isinya saat mandi karena terdengar dia menggunakan udara dengan berlebih.

"Mas, jangan mubazir." Saya kembali atas prinsipnya beberapa saat kemudian.

"Mas, mandinya jangan lama-lama." Saya berteriak.

"Mas, jangan sambil main mandinya." Saya kembali sebelumnya dengan suara yang lebih tinggi.

Sulit ternyata melakukan komunikasi produktif. Saya masih melakukan kesalahan yang sama. Saya seperti kaset yang diputar berulang kali. Kalimat-kalimat yang saya lontarkan nyaris sama saat si sulung mandi. Pesan yang ingin saya sampaikan pada si sulung sepertinya belum sampai, meski mungkin bosan orang lain mendengarnya. 

Seharusnya dia mengerti, namun sepertinya sayalah yang harusnya mengerti. Besok saya akan mencoba lebih baik lagi.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar yang sopan ya :)



Jangan lupa follow IG @ummi_lilihmuflihah dan Twitter @UmmiLilih