Thursday, September 17, 2020

Tantangan Komunikasi Produktif Terakhir

 

Assalamu’alaikum.

Tabik pun,

Hubungan baik dengan anak dapat dibentuk melalui komunikasi produktif. Komunikasi menjadi hal yang mendasar dalam tumbuh dan kembang anak. Kebutuhan anak tidak hanya sekedar pemenuhan materi saja, tapi juga kehadiran orang tua seutuhnya di kala anak merasa sedih dan senang. Komunikasi produktif menyertakan pilihan bahasa cinta dalam setiap untaian komunikasi yang dilakukan terhadap anak. Dengan demikian anak akan tumbuh menjadi sosok yang percaya diri di setiap langkahnya dan memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dengan baik.

Penerapan nilai-nilai Tauhid dan pembiasaan akhlak yang baik dimulai dengan komunikasi yang tepat. Orang tua sudah selayaknya terus belajar bagaimana cara menyampaikan nilai-nilai itu kepada anak dengan cara yang sesuai. Komunikasi produktif tidak hanya sekedar berbicara menyampaikan sesuatu, namun juga bisa memberikan manfaat bagi perkembangan jiwa anak. Niat yang baik tidaklah cukup, perlu cara yang baik agar hasil yang didapat juga baik.

Kemarin saya membaca kudapan yang diberikan oleh Bunda Sayang Ibu Profesional kepada peserta tantangan. Seperti yang dikutip oleh Tim Bunda Sayang dari Parenting Sunah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membangun komunikasi dan bahasa cinta pada anak, yaitu:

Menggunakan kata positif

Orang tua lebih sering menggunakan kata positif daripada kata negatif.

Menggunakan bahasa tubuh yang nyaman

Buatlah anak menjadi nyaman dengan pelukan dan tatapan lembut

Memahami perasaan anak

Berikan perhatian ketika anak memberikan suatu respon yang tak biasa

Menjadi pendengar yang baik

Fokus memperhatikan anak disaat dia mengungkapkan isi hati

Sampaikan isi hati orang tua pada anak

Seringlah mengucapkan rasa sayang pada anak agar anak semakin merasa nyaman dan percaya pada orang tua

Mengarahkan anak pada kemandirian

Percayakan anak untuk melakukan hal-hal kecil, misalnya menaruh piring bekas makan ke tempat cucian piring, menyarungi bantal, melipat selimut, dan sebagainya.

Membangun kerjasama dalam keluarga

Melibatkan anak dengan kegiatan orang tua yang sesuai dengan kemampuan anak misalnya menyiram tanaman, menyapu remahan makanan yang jatuh, dan sebaginya.

Pagi ini, sejenak saya menghentikan kesibukan di dapur untuk mendampingi anak-anak menonton video di televisi. Anak-anak menonton kisah murid yang bijak. Ada seorang murid yang diminta oleh gurunya untuk menyembelih burung di tempat tersembunyi yang tidak boleh diketahui oleh siapapun. Murid itu bingung dan lelah setelah berkeliling mencari tempat tapi tidak menemukannya. Lalu sang guru bertanya mengapa dia tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh sang guru. Kemudian murid itu menjawab bahwa dia tidak bisa menemukan tempat yang tersembunyi yang tidak diketahui siapapun karena Allah mengetahui apa yang kita kerjakan meski di tempat tersembunyi sekalipun. Kurang lebih begitu kisahnya.

“Mas, Mbak gimana ceritanya tadi?” Tanya saya pada anak-anak.

“Dia bingung nyari tempat ya, Mi.” Jawab si sulung.

“Kenapa?” Tanya saya lagi.

“Gak tau.” Jawab si sulung.

“Dia bingung nyari tempat yang tersembunyi karena Allah Maha Melihat. Meskipun kita bersembunyi, Allah tahu apa yang kita kerjakan.” Jelas saya.

“Kalau Mamas gak mandi pas belajar daring, ustadzah gak tahu tapi Allah pasti tahu.”

“Nanti belajar jam berapa?” Tanyanya sambil tersenyum, mungkin merasa karena si sulung belum mandi pagi.

“Jam 8.” Jawab saya singkat.

“Kalau Mba jajan minta uang sama mbah, meski ummi gak tahu tapi Allah tahu.”

“Gak boleh bohong ya, Mi?” Tanya si tengah, sepertinya dia juga merasa.

“Iya. Allah tahu segalanya.” Jawab saya.

Semoga saja pesan yang aku sampaikan bisa diterima oleh anak-anak. Bintang 4 untuk tantangan Bunda Sayang komunikasi produktif kali ini. Saya selalu selipkan doa, semoga saya diberikan kemudahan untuk terus melakukan komunikasi produktif dengan anak-anak dan semoga anak-anak selalu mendapatkan hidayah dan berkah dari Allah.

Hari ini adalah hari terakhir tantangan. Selama 15 hari tantangan, saya hanya mampu mendokumentasikan 10 saja. Sebenarnya saya melakukan tantangan setiap hari. Setiap hari saya berusaha untuk melakukan komunikasi produktif dengan anak-anak, namun tugas lain yang menumpuk menghambat saya untuk menjadi sempurna dalam pendokumentasian. Awalnya selain dengan tulisan, ingin juga dengan foto untuk mendokumentasikan tantangan yang sudah saya lakukan, akan tetapi masih sulit bagi saya melakukan itu karena saya harus membagi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya. Tantangan 15 hari pertama Bunda Sayang akan berakhir hari ini dan akan ada tatangan berikutnya. Semoga saya bisa melaksanakan tantangan Bunda Sayang berikutnya. Gak sekedar menggugurkan kewajiban tapi lebih pada melatih diri untuk menjadi ibu yang profesional. Aamiin.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar yang sopan ya :)



Jangan lupa follow IG @ummi_lilihmuflihah dan Twitter @UmmiLilih