Monday, April 22, 2019

Temu Blogger Kesehatan Demi Eliminasi Malaria



Lilih Muflihah


Tabik pun, 

Apakah Anda pernah terkena malaria? Dulu, saya pernah. Katanya, kita bisa terjangkit malaria berkali-kali. Nyatanya, saya dua kali terkena malaria. Meskipun demikian, saya menganggap malaria sebagai penyakit biasa saja. Memang sih saat terkena malaria, badan menggigil, mual, dan sakit kepala bersamaan. Tapi ya kalau sakit, maka berobat. Setelah minum obat, sakit pun hilang. Saya menganggap malaria tidak separah demam berdarah. Dan ternyata anggapan menyepelekan malaria itu salah. 


Beruntung saya bisa ikut temu blogger kesehatan yang diadakan Kementrian Kesehatan. Awalnya saya tidak tahu kalau tema yang akan dibahas adalah malaria. Saat itu saya tahunya akan ada pembahasan mengenai kesehatan. Tentu saja saya antusias, info tentang kesehatan memang sangat dibutuhkan banyak orang. Apalagi di era saat ini, informasi begitu mudah masuk ke dalam genggaman kita melalui alat komunikasi yang bernama telepon genggam. Informasi yang masuk begitu banyak dan jika kita kurang selektif memilih, bisa saja kita terkena jebakan berita palsu atau hoaks.

Saya sungguh tidak menyangka, ternyata saya satu lift dengan salah satu pembicara dari Kementrian Kesehatan, yaitu dr. Nadia Tarmizi . Acara temu blogger kesehatan ini diadakan di Hotel Novotel, Bandar Lampung. Acara berlangsung hanya sehari pada Senin tanggal 15 April 2019. Dan acara temu blogger kesehatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. dr. Reihana, M. Kes.

Temu Blogger Kesehatan Demi Eliminasi Malaria.
Acara Temu Blogger dibuka oleh Kadis Kesehatan Provinsi Lampung


Acara temu blogger kesehatan ini bertema Zero Malaria dengan hastag Bebas Malaria Prestasi Bangsa. Apa hubungannya malaria dengan prestasi? Ada, hubungannya erat. Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang berdampak kepada penurunan kualitas sumber daya manusia, dapat menimbulkan berbagai masalah sosial dan ekonomi bahkan berpengaruh terhadap ketahanan nasional. Jadi penyakit malaria itu bukan hal sepele. Simak ya.

Mengapa malaria berbahaya?

Malaria dapat menyerang semua orang, laki – laki, perempuan, dan semua golongan umur, termasuk bayi dan anak- anak. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Parasit ini hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan ditularkan oleh gigitan nyamuk malaria (Anopheles) betina. Nah karena plasmodium itu tinggal di hati, makanya susah sembuh. Cinta juga kalo sudah lekat di hati sulit pudarnya, ya kan? Kurang lebih begitulah analoginya. Makanya perlu hati-hati menjaga hati dan juga diri dari serangan Anopheles.


Apalagi bahayanya?

Malaria bisa menyebabkan anemia. Anemia, yaitu terjadinya kekurangan darah pada penderita malaria karena sel – sel darah merah banyak yang hancur dirusak oleh plasmodium. Anemia itu bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun, mudah terkena infeksi penyakit lain, daya kerja menurun, dan ternyata bisa juga mengakibatkan pertumbuhan otak terganggu.

Selain itu, pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir mati, bayi lahir dengan berat badan rendah, bayi lahir dengan anemia dan Ibu hamil dapat meninggal. Buat perhatian nih para ibu hamil.  Tapi yang tidak hamil juga tetap harus waspada karena manifestasi malaria berat dapat berupa demam tinggi, penurunan kesadaran, koma, pendarahan spontan, kegagalan multi organ sampai menyebabkan kematian.

Siapakah yang berisiko terkena malaria? 

Penyakit malaria ini menyerang orang yang tinggal/pernah bermalam di daerah endemis malaria, baik itu karena pekerjaan dan kebiasaan berpindah. Misalnya wisatawan, TNI, Polri, pekerja tambang, perambah hutan dll. Nah perlu berhati-hati jika kita berwisata ke suatu tempat, karena penyebaran malaria tidak mengenal batas wilayah administrasi.

Temu Blogger Kesehatan Demi Eliminasi Malaria.
Para pemateri beraksi menjelaskan penyakit malaria.


Apa itu daerah endemis malaria?

Daerah endemis malaria adalah daerah yang terdapat penularan malaria atau daerah yang selalu ditemukan kasus malaria. Daerah endemis dibagi menjadi 3, berdasarkan insiden malarianya, yaitu endemis tinggi, endemis sedang dan endemis rendah. Pada tahun 2018 terdapat 28 kabupaten endemis tinggi yang ditemukan di 4 (empat) provinsi yaitu: Papua, Papua Barat, NTT, dan Kalimantan Timur. Sedangkan daerah yang sudah tidak terdapat penularan setempat malaria disebut dengan daerah pemeliharaan. 

Bagaimana cara mencegah malaria?

Banyak cara mencegah malaria. Salah satu caranya dengan menjaga lingkungan. Lingkungan harus dikelola dan dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk dengan cara bersama menggerakkan masyarakat untuk : 
• Membersihkan lingkungan.
• Melancarkan saluran air agar tidak tergenang.
• Mengeringkan air yang tergenang.
• Membersihkan lumut pada mata air dan danau.
• Menebarkan/memelihara ikan pemakan jentik (ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll.) di lagun, kali, kolam dan air tergenang lainnya.
• Menebarkan larvasida/racun jentik.

Temu Blogger Kesehatan Demi Eliminasi Malaria. 


Apalagi yang bisa dilakukan untuk menghindari gigitan nyamuk malaria?

- Tidur di dalam kelambu anti nyamuk 
- Pada malam hari berada di dalam rumah. 
- Apabila keluar rumah pada malam hari hendaknya memakai pakaian yang dapat menutup badan seperti celana panjang, baju tangan panjang, sarung dan lain-lain 
- Mengolesi tubuh dengan obat anti gigitan nyamuk 
- Memakai obat nyamuk bakar atau menyemprot ruangan dengan obat anti nyamuk. 
- Memasang kawat kasa pada jendela atau ventilasi ruangan. 
- Menjauhkan kandang ternak dari tempat tinggal 
- Perilaku gigitan nyamuk adalah antara pukul 6 sore sampai dengan pukul 6 pagi 

Bagaimana memberantas nyamuk malaria?

- Mengalirkan genangangenangan air 
- Membersihkan rumput dan semak di tepi saluran air 
- Membersihkan semak-semak di sekitar rumah 
- Menimbun dengan tanah atau pasir semua genangan air di sekitar rumah 
- Membunuh nyamuk dewasa dengan penyemprotan rumah menggunakan racun serangga (insektisida) 
- Membunuh jentik nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik atau menebarkan larvasida/obat anti larva (jentik) pada genangan air 
- Melestarikan hutan bakau di rawa-rawa sepanjang pantai

Temu Blogger Demi Eliminasi Malaria.
Keseruan dalam temu blogger.

Pada acara temu blogger kesehatan ini, selain mendapatkan penjelasan tentang penyakit malaria oleh dr. Nadia Tarmizi, juga ada pemaparan tentang sehat dan cerdas dalam bermedsos oleh drg. Widyawati, MKM., dan digital branding oleh Kang Arul atau Dr. Rulli Nasrullah, M.Si.

Pada temu blogger tersebut, drg. Widyawati menjelaskan tentang bagaimana memanfaatkan media sosial dengan bijak. Apalagi saat ini penggunaan internet melalui telepon genggam sangat dominan ketimbang perangkat lainnya. Begitu mudah, seseorang mendapatkan informasi dan mudah pula untuk membagikannya lagi ke banyak orang. Dan ironisnya jenis hoaks bidang kesehatan menduduki peringkat ketiga tertinggi setelah isu sosial politik dan SARA.

Temu Blogger Kesehatan Demi Eiminasi Malaria.
Menjaga kesehatan itu perlu, bisa dengan cek kesehatan dan olahraga.
 Kok bisa begitu? Ya bisa. Pernah gak Anda menerima info tanaman ini bisa menyembuhkan penyakit tertentu. Atau info cara memgatasi jerawat, dan sebagainya. Dan terkadang orang yang terlelajar juga terjebak dalam informasi yang belum tentu kebenarannya. Oleh karena itu, dr. Widya berpesan agar mebudayakan 3S. Apa itu 3S? Saring sebelum sharing. 

Sementara itu, Kang Arul menekankan betapa pentingnya digital branding bagi para blogger. Digital branding terkait dengan mau dikenal sebagai siapa kita. Tentu saja, branding merupakan sebuah proses yang tidak serta merta. Butuh usaha yang maksimal. Semua bisa bikin blog, tapi gak semua bisa bikin blog yang sukses. Nah untuk sesi ini, akan ada tulisan lanjutan khusus tentang materi dari Kang Arul.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar yang sopan ya :)



Jangan lupa follow IG @ummi_lilihmuflihah dan Twitter @UmmiLilih