Monday, February 25, 2019

Empat Jurus Mengatasi Orang yang Iri Hati

Oleh: Lilih Muflihah

Tabik pun,

Pernah gak mengalami di suatu masa, tiba-tiba seseorang mengubah sikapnya terhadap kita, yang tadinya baik menjadi kurang baik? Setelah diselidiki ternyata dia iri karena kita mendapatkan promosi sementara dia tidak. Atau pernah gak mengalami perbuatan tidak menyenangkan, dimaki-maki di depan umum dengan alasan yang dibuat-buat? Eh eh... usut punya usut ternyata dia iri dengan kebahagiaan kita.


Bisa jadi orang lain iri karena kita sendiri yang tanpa sadar menciptakannya. Misalnya nih, kita pergi jalan-jalan kemudian kita posting di media sosial, si dia gak diajak, dibawain oleh-oleh juga nggak. Hehe.. iri itu manusiawi tapi bukan berarti boleh dipelihara ya. Bisa bahaya kalau level irinya sampai pada tidak senang melihat orang lain berhasil dan bahagia jika melihat orang lain gagal. Pada dasarnya iri hati ya penyakit dan jika kita terkena penyakit harus segera diobati. Karena jika tidak segera diobati bisa saja merugikan orang lain.



Iri hati merupakan penyakit hati yang bisa mendorong orang yang terjangkit, melakukan hal yang buruk. Iri hati merupakan bentuk rasa tidak suka, atas kebahagiaan atau kesuksesan yang diraih oleh orang lain. Iri hati bisa menjangkiti siapa saja, dari kalangan manapun. Misalnya ada tetangga yang membeli mobil baru, ada rasa iri yang hadir saat melihat cahaya mobilnya memantul di dinding depan depan rumah. Atau ada teman yang berhasil meraih beasiswa dengan mudah, kemudian rasa iri menghantui orang yang gagal meraih beasiswa. Bahkan ada iri hati yang datang tanpa alasan yang jelas, tidak suka melihat orang senang, sedih melihat orang sukses. Pokoknya jengkel aja jika ada orang lain yang lebih beruntung atau yang lebih berhasil darinya.


Nah, kadang kita berjumpa dengan orang yang iri dan bersikap tidak menyenangkan, baik lewat ucapan maupun perbuatannya. Lalu, bagaimana sih menghadapi orang yang iri hati pada kita. Simak ya, ini ada beberapa tips yang bisa dicoba.



1. Abaikan saja, jangan terpancing


Teorinya mudah ya tapi prakteknya tak semudah itu. Rasa kecewa, kesal, sedih melihat perilaku orang yang iri pada kita, melakukan hal-hal yang tidak baik. Apalagi jika sampai orang tersebut sampai mempermalukan kita di depan umum. Bagaimana mungkin tidak dimasukkan ke dalam hati? Jawabannya bisa. Abaikan saja dia. Ingatlah bahwa masih banyak hal lain yang lebih penting yang perlu dirasakan dan dipikirkan.


Jika kita terpancing akan sikap dan ucapan orang yang iri pada kita, bisa jadi emosi tidak terkendali dan ini akan berakibat fatal. Kita akan terlihat buruk bahkan lebih buruk. Maklumi saja semua sindiran yang terlontal dan tidak perlu lelah membuang energi untuk membalasnya.



2. Hadapi langsung atau jaga jarak


Pilihan memang selalu ada pada kita. Kita tinggal pilih saja mau dihadapi secara langsung atau menjaga jarak. Pilihan terletak pada situasi dan kondisi yang ada.


Jika kita memilih untuk menghadapi langsung, tanyakan penyebab dia melakukan hal yang buruk pada kita namun ingatlah untuk tetap menjaga emosi tetap stabil. Kita mempertanyakan alasan itu karena untuk mendapatkan solusi bukan menambah masalah. Jika dia tidak bisa menjawab atau berkelit tentang sikap buruknya, tak perlu kita bersusah payah untuk mengubah sikapnya karena hanya dia yang bisa mengubahnya.


Jika kita memilih untuk menjaga jarak, maka batasi komunikasi kita dengan dia. Namun saat bertemu dengannya tetaplah menyapa sekedarnya saja. Menjaga jarak bukan untuk memusuhinya tapi untuk menghindari gesekan-gesekan lain yang bisa memperkeruh suasana.



3. Berperilaku baik dan rendah hati


Kesal memang rasanya ketika ada orang yang bersikap tidak mengenakkan hati disebabkan oleh iri, namun tetaplah menjadi orang baik di manapun dan kapanpun dan dalam suasana apapun, karena menjadi baik tidak akan pernah merugi. Tetaplah tersenyum dan bersikap sewajarnya. Tak perlu merasa terbebani apalagi sampai ingin membalas sikap buruk mereka. Selain itu, bersikaplah rendah hati. Perlu juga kita menjaga sikap agar tidak dipandang sombong di mata orang lain. Sikap ini bisa mengurangi kecendrungan orang lain untuk iri terhadap kita.



4. Fokus pada diri dan orang-orang yang baik terhadap kita


Tidaklah perlu bersusah hati memikirkan sikap buruk orang lain terhadap kita. Fokuslah pada diri untuk terus berbuat lebih baik dan lebih banyak. Fokuslah untuk terus maju mengembangkan diri karena memikirkan sikap buruk orang lain terhadap kita hanya akan membuat diri terpuruk.


Teruslah menjalin hubungan harmonis dengan orang-orang yang dengan tulus berbuat baik pada kita. Mereka itulah orang-orang yang bisa menjadi penyemangat untuk kita hidup lebih baik lagi.




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar yang sopan ya :)



Jangan lupa follow IG @ummi_lilihmuflihah dan Twitter @UmmiLilih