Minggu, 19 Agustus 2018

Sukses Memberi ASI dalam Segala Kondisi ala Breastfeeding 911



Tabik pun,

Senang rasanya bisa mengikuti acara Temu Pakar Breastfeeding 911 yang mengusung tema sukses memberi asi dalam berbagai kondisi. Acara pada hari sabtu, tanggal 11 Agustus 2018 yang lalu diadakan oleh Majalah AyahBunda dan Pigeon. Beruntung, saya hadir sebagai wakil Tapis Blogger dan sebagai ibu hamil 8 bulan yang meski dengan kaki mulai bengkak dan tangan yang sering semutan.

Acara ini diawali dengan sambutan dari Mba Gracia Danarti, Pimred Majalah AyahBunda sebagai penyelenggara.  Kemudian dibuka oleh Bunda Eva, Ketua PKK Kota Bandar Lampung dan dipandu oleh Mas Arif Tirtosudiro yang suaranya mirip banget temen saya yang juga sering memandu acara besar.  Acara ini menghadirkan para pakar breastfeeding, dr. I.G.A.N Partiwi, SpA, MARS yang biasa disapa dr. Tiwi dan dr. Luh Karunia Wahyuni, Sp. KFR yang disapa dr. Luh. Eh, saya jadi ingat, dulu waktu kecil ada dokter yang tinggal di dekat rumah, namanya dr. Luh juga.

Sambutan dari perwakilan Majalah AyahBunda
Acara dibuka oleh Ketua PKK Kota Bandar Lampung

Acara dipandu oleh Arif Tirtosudiro
Pengalaman saya

Ikut acara ini berasa membuka kembali kotak ingatan akan pengalaman saya saat menyusui. Kalau bercerita tentang memberikan asi, saya memang sudah berpengalaman menyusui anak pertama dan kedua. Memang untuk menyusui butuh tekad yang bulat apalagi kita tidak bisa menyamakan kondisi diri dengan orang lain. Tapi setiap ibu harus punya keyakinan bahwa pasti bisa menyusui anaknya.

Saat menyusui anak pertama, saya harus menerima kenyataan bahwa saya menderita infeksi saluran kemih yang mengharuskan saya minum obat. Dan obat-obatan ternyata menurunkan produksi Air Susu Ibu (ASI). Ditambah lagi dengan puting payudara yang lecet dan 'melentung' karena pelekatan yang salah. Maklum anak pertama, ibu dan bayi sama-sama baru belajar. Dan kondisi tersebut membuat saya sedih, kecewa, khawatir bercampur jadi satu. Disitulah memang semangat ibu dalam memberikan ASI diuji.

Beda lagi saat menyusui anak kedua. Karena saya ibu yang bekerja di luar rumah, saya harus menyimpan ASI perah untuk diberikan pada si bayi saat tak berada di rumah. Kendalanya adalah anak saya tak mau minum ASI perah dengan sendok, pipet, cup, gelas, bahkan dot. Situasi seperti itu membuat saya stres dan menyebabkan produksi ASI menurun. Namun akhirnya saya menemukan media yang tepat sehingga anak saya mau minum ASI perah saat saya tak di rumah.





Foto para penyelenggara dan pengisi acara sebelum acara dimulai
Selfi dulu sebelum acara dimulai

ASI adalah makanan terbaik

Sedih jika mendengar, ada yang tidak bisa bahkan tidak mau menyusui anaknya. Padahal ASI adalah anugerah terbesar dari Allah Yang Maha Kuasa. Beda ASI dengan susu sapi terletak pada kandungannya, susu sapi memang memiliki kandungan protein lebih tinggi dibanding ASI, namun yang lebih dibutuhkan bayi yang baru lahir bukan protein melainkan laktosa.

dr. Tiwi sedang memberikan penjelasan

Menurut dr. Tiwi, protein berguna untuk perkembangan otot sementara laktosa untuk perkembangan otak.  Kelebihan protein justru akan membuat bayi rentan terkena alergi. Bayi sangat membutuhkan ASI pada awal kehidupannya karena memiliki kandungan laktosa, DHA, AA dan lipase. Susu sapi juga bisa sih mengandung DHA namun saat usus belum sempurna, enzim lipase ini berfungsi membantu menyerap DHA untuk otak.

Beda ASI dan susu sapi


Diawal pasca melahirkan, payudara akan mengeluarkan cairan yang disebut colostrum. Colostrum ini sangat penting bagi bayi karena mengandung antibodi yang melindungi terhadap alergi dan  infeksi, sel darah putih, purgative/pencahar yang membersihkan mekonium dan mencegah kuning pada bayi, tinggi kandungan vitamin A, dan Growth Factors yang mempercepat matang usus, mencegah alergi serta intoleransi. Dan produksi colostrum tidaklah banyak, menyesuaikan dengan daya tampung lambung bayi yang baru lahir.


 Hormon Prolaktin dan Oksitosin

Ada dua hormon yang penting dalam menyusui, yaitu:
  1. Hormon prolaktin yang berperan dalam merangsang sel-sel payudara ibununtuk produksi ASI. Saat tali pusar bayi dipotong, kadar hormon ini menurun. Karena itu ibu harus segera menyusui. Saat bayi menyusu, hisapan bayi di payudara akan direspon otak dengan mengeluarkan hormon prolaktin dan hormon ini banyak diproduksi di malam hari.
  2. Hormon oksitosin berfungsi mengalirkan ASI yang diproduksi payudara ibu. Kondisi psikologis ibu dapat mempengaruhi hormon ini. Produksi hormon ini akan berlimpah jika ibu merasa nyaman, tenang, dan bahagia.
Menyusui adalah saat terindah bagi ibu dan bayi

Menurut dr. Luh, bayi menjadikan kegiatan menyusu sebagai media untuk menumbuhkan kasih sayang, berkomunikasi, bersosialisasi dan relaksasi. Saat bayi lahir, mulut berperan besar untuk mengatur sensori-integrasi dan perilaku neuromotor pada bayi. Mulut adalah pintu dunia bagi bayi. 


dr. Luh sedang memberikan penjelasan


Jadikan saat menyusui adalah saat yang utama, ada 6 hal yang perlu diperhatikan dalam menyusui, yaitu:

1. Positioning
Posisi harus benar agar bayi dan ibu mendapatkan manfaat dari proses menyusui. Perlu diperhatikan saat membedong bayi jangan buat bayi dalam posisi siaptegak dan tangan terbungkus rapi. Posisi menekuk pada bayi baru lahir sangat penting untuk perkembangan dan tangan yang dibungkus dalam kain bedong akan menghalangi bayi memasukkan tangan ke mulut padahal itu merupakan gerakan alami bayi yang penting.

2. Refleks rooting
Merupakan kemampuan untuk menerima sentuhan pada pipi, bibir, gusi dan lidah yang merupakan prasyarat untuk menyusu. Perlu ada stimulasi sebelum bayi menghisap misalnya dengan mengusap-usap pipinya dengan jari. 

3. Menempel pada puting
Agar payudara tak lecet, posisi menempel pada puting harus sempurna.

4. Mengisap
Ada dua karakteristik pengisapan, yaitu nutritive sucking (NS) dan non nutritive sucking (NNS). NS ini tujuannya mendapatkan nutrisi saat bayi merasahaus dan lapar. Sementara NNS terjadi saat bayi sekedar eksplorasi oral, menumbuhkan rasa aman dan nyaman.

5. Menelan
Yaitu gerak reflek lidah untuk mendorong cairan ke belakang.

6. Koordinasi yang baik antara pengisapan, menelan dan bernafas.

Salah satu pesan dr. Luh

Setelah penyampaian materi selesai, ada sesi tanya jawab. Saya pun ikut bertanya. Awalnya  sedikit curhat tentang keprihatinan saya terhadap kondisi yang pernah terjadi. Saya pernah mengalami masa-masa sulit saat menyusui. Kadang tenaga medis dengan mudahnya bertanya mau menggunakan susu formula atau tidak, sesaat setelah bayi lahir. Ditambah lagi dengan kondisi betapa sulitnya perjuangan memberikan ASI perah. Kemudian saya meminta tips agar tetap semangat dalam memberi ASI.

Sesi tanya jawab

Nah, ini beberapa catatan penting yang saya rangkum agar sukses memberikan ASI eksklusif:

  1. Edukasi antenatal, yaitu pendidikan pada ibu hamil untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan nyaman.
  2. Inisiasi menyusui dini (IMD) yang merupakan langkah penting agar memudahkan bayi dalam memulai proses menyusui. Bayi baru lahir yang diletakkan pada dada atau perut ibu, secara alami dapat mencari sendiri sumber ASI dan menyusu. Dan IMD dalam kondisi tertentu dapat juga digantikan oleh ayah.
  3. Percaya diri, yakinlah bahwa setiap ibu pasti bisa menyusui anaknya. Saat hamil sebenarnya hormon prolaktin (hormon yang memproduksi ASI) sudah mulai aktif bekerja. Jangan panik jika ASI belum keluar.
  4. Semangat, jangan patah arang saat menemui kendala dalam menyusui anak. Puting lecet, ibu kurang tidur, lelah, bayi kesulitan menyusui, dsb merupakan tahapan yang pasti dilalui, yakinkan diri bahwa ASI adalah nutrisi yang terbaik.
  5. Hindari stres, kondisi emosi ibu akan mempengaruhi jumlah produksi ASI. Ibu harus selalu bahagia.
  6. Libatkan orang sekitar terutama suami, mintalah mereka untuk memberikan dukungan dan semangat. Berbagi tugas rumah dengan orang lain agar ibu lebih fokus pada bayi dan pemulihan pasca melahirkan.
  7. Meminta ayah untuk membuat suasana kenyamanan dan kebahagiaan di masa-masa menyusui.
  8. Jadikan saat menyusui adalah saat terindah dan membahagiakan. Menyusui tak sekedar memberikan nutrisi tapi juga membangun kedekatan dan ikatan batin antara ibu dan bayi dapat tercipta. Jangan sampai menyambi selfi atau bersosmed ria saat sedang menyusui tapi ajak anak bicara, tersenyum, mengusap, mengelus, berbagai cerita dan rasa bahagia.
  9. Bingung puting dapat terjadi pada bayi yang diberikan dot di bawah 6 minggu. Oleh karena itu ibu yang bekerja harus berhati-hati dalam penggunaan media dot dalam pemberian ASI perah.
  10. Posisi dan pelekatan yang tepat adalah kunci sukses menyusui. Bagi ibu dengan payudara besar agar menekan puting ke atas dengan dua jari tangan terlebih dahulu, lalu arahkan ke mulut anak. Jika anak masih sulit dan ibu pun masih belajar, ibu dapat memerah ASI kemudian memberikannya dengan menggunakan spuit. 
  11. Ibu tetap dapat memberikan ASI meski dalam kondisi yang kurang fit atau sakit. Ibu yang menderita cacar pun dapat memberikan ASI dengan terlebih dulu membersihkan bagian payudaranya. Hanya penderita HIV atau sedang dalam kemoterapi yang tidak dapat memberikan ASI.
  12. Aturlah waktu dengan baik karena ibu harus cukup istirahat, tidur, makan dan minum. Jika ada kesempatan untuk istirahat, jangan gunakan untuk hal lain seperti nonton tv atau sibuk dengan gadget.
  13. Tetap cek kenaikan berat badan bayi secara berkala karena bayu tak cuma butuh bertumbuh tapi juga berkembang.

Terakhir, acara ditutup dengan pembagian doorprize. Ah senangnya. Sudah dapat ilmu dapat hadiah juga, kurang apa coba?





1 komentar:

  1. bahagiaaa bisa jadi utusan acara ini, xixixi. ilmunya bermanfaat banget. detail dan langsung dari pakar menyusui. semoga mb lilih dan debay sehat-sehat yaaaa.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar yang sopan ya :)



Jangan lupa follow IG @ummi_lilihmuflihah dan Twitter @UmmiLilih