Thursday, March 14, 2019

Merangkai Mahkota Syurga dalam Hafidz Rumahan (Sebuah Resensi Buku)


Tabik pun,

Saya teringat kisah kemarin, saat rekan kerja yang juga adalah dosen saya, menyinggung tentang hafidz. Beliau bertanya pada peserta yang hadir dalam seminar hasil seorang mahasiswi, apa arti hafidz. Kok ya pas, saya memang sedang ingin menulis resensi buku, yang berkisah tentang keluarga penghapal Al Qur’an. Kemudian pikiran saya melayang, anak beliau bersekolah di sekolah Islam yang mewajibkan siswa-siswinya untuk menghapal Al Qur’an. Saya menerka-nerka, mungkin dia sedang menghapal juz 30 sekarang.

Monday, February 25, 2019

Empat Jurus Mengatasi Orang yang Iri Hati

Oleh: Lilih Muflihah

Tabik pun,

Pernah gak mengalami di suatu masa, tiba-tiba seseorang mengubah sikapnya terhadap kita, yang tadinya baik menjadi kurang baik? Setelah diselidiki ternyata dia iri karena kita mendapatkan promosi sementara dia tidak. Atau pernah gak mengalami perbuatan tidak menyenangkan, dimaki-maki di depan umum dengan alasan yang dibuat-buat? Eh eh... usut punya usut ternyata dia iri dengan kebahagiaan kita.


Bisa jadi orang lain iri karena kita sendiri yang tanpa sadar menciptakannya. Misalnya nih, kita pergi jalan-jalan kemudian kita posting di media sosial, si dia gak diajak, dibawain oleh-oleh juga nggak. Hehe.. iri itu manusiawi tapi bukan berarti boleh dipelihara ya. Bisa bahaya kalau level irinya sampai pada tidak senang melihat orang lain berhasil dan bahagia jika melihat orang lain gagal. Pada dasarnya iri hati ya penyakit dan jika kita terkena penyakit harus segera diobati. Karena jika tidak segera diobati bisa saja merugikan orang lain.


Tuesday, November 20, 2018

9 Alasan Menulis di Blog


Berawal dari ikut teman, saya membuat blog. Saat itu teman-tan membuat blog untuk mempublikasikan tulisan-tulisan mereka dan saya pun turut serta, apalagi saya memang suka menulis. Menulis bagi saya lebih mudah daripada berbicara langsung. Bagi saya yang termasuk pendiam, menulis bisa membantu saya dalam memilih kata yang tepat untuk menyampaikan sesuatu. Menulis juga membantu saya untuk lebih terbuka dan berani dalam mengungkapkan banyak hal. Dan blog menjadi tempat untuk menampung beberapa tulisan-tulisan saya.

Tuesday, October 30, 2018

Info Damri Dari Lampung ke Jakarta Terlengkap

Info Damri dari Lampung ke Jakarta
Info Damri dari Lampung ke Jakarta
Info Damri Dari Lampung ke Jakarta Terlengkap - Berikut ini adalah info damri dari Lampung ke Jakarta yang saya ketahui. Karena memang Damri masih menjadi alat transportasi yang paling dicari.
Informasi ini saya tulis agar memudahkan para pembaca mendapatkan informasi lengkap tentang info damri di Lampung dengan tujuan Pool Damri Jakarta, seperti di Kampung Rambutan dan Gambir.

Tuesday, September 25, 2018

Ke Yogyakarta, Jangan Lupa ke Museum 3D Jogja

Museum 3D Jogja
Museum 3D Jogja (Sumber Internet)
Lilih Muflihah – Hari-hari teramat penat dilalui. Ada banyak hitungan dan kalkulasi dalam menghitung seberapa besar aktifitas berat dan ringan. 
Ah, semua nampak nyata diawangan mata dalam perjalanan Bandar Lampung ke Kalirejo. Tercatat rapi dalam pikiran.
Harga sapi masih menjadi kesibukan yang harus dipikirkan. Belum lagi tentang ada pertanyaan bagaimana cara memilih ayam kampung yang halal.
Selain itu juga harga yang mengulang, harga daging naik tidak ya. Bagaimana dengan harga anakan sapi. Ih segala pernak pernik peternakan masih terus dibayangkan.

Sunday, August 19, 2018

Sukses Memberi ASI dalam Segala Kondisi ala Breastfeeding 911



Tabik pun,

Senang rasanya bisa mengikuti acara Temu Pakar Breastfeeding 911 yang mengusung tema sukses memberi asi dalam berbagai kondisi. Acara pada hari sabtu, tanggal 11 Agustus 2018 yang lalu diadakan oleh Majalah AyahBunda dan Pigeon. Beruntung, saya hadir sebagai wakil Tapis Blogger dan sebagai ibu hamil 8 bulan yang meski dengan kaki mulai bengkak dan tangan yang sering semutan.

Wednesday, April 18, 2018

MIMPI YANG SEMPAT DILUPAKAN (BAG. 2)


Oleh Lilih Muflihah
Bermodal sejumlah uang hasil penjualan tanah, aku bisa menjadi mahasiswa pasca sarjana. Akan tetapi efek samping dari aku kuliah, dinikmati oleh semua anggota keluarga di rumah. Seingatku, saat itu menu tahu tempe dapat ditemui sepanjang hari. Apalagi setelah membayar SPP, dampaknya begitu terasa, harus pandai mengencangkan ikat pinggang. Perbedaan yang lebih kentara adalah saat Ramadhan datang, tak ada kudapan ataupun makanan pembuka yang pasti hampir di semua rumah terhidang ketika berbuka. Kami hanya minum segelas teh, lalu sholat maghrib kemudian dilanjutkan dengan makan malam dengan menu tahu atau tempe. Menu daging ayam hanya kami jumpai saat pertama kali sahur.