Thursday, September 17, 2020

Tantangan Komunikasi Produktif Terakhir

 

Assalamu’alaikum.

Tabik pun,

Hubungan baik dengan anak dapat dibentuk melalui komunikasi produktif. Komunikasi menjadi hal yang mendasar dalam tumbuh dan kembang anak. Kebutuhan anak tidak hanya sekedar pemenuhan materi saja, tapi juga kehadiran orang tua seutuhnya di kala anak merasa sedih dan senang. Komunikasi produktif menyertakan pilihan bahasa cinta dalam setiap untaian komunikasi yang dilakukan terhadap anak. Dengan demikian anak akan tumbuh menjadi sosok yang percaya diri di setiap langkahnya dan memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dengan baik.

Penerapan nilai-nilai Tauhid dan pembiasaan akhlak yang baik dimulai dengan komunikasi yang tepat. Orang tua sudah selayaknya terus belajar bagaimana cara menyampaikan nilai-nilai itu kepada anak dengan cara yang sesuai. Komunikasi produktif tidak hanya sekedar berbicara menyampaikan sesuatu, namun juga bisa memberikan manfaat bagi perkembangan jiwa anak. Niat yang baik tidaklah cukup, perlu cara yang baik agar hasil yang didapat juga baik.

Wednesday, September 16, 2020

Mengukir Kisah Komunikasi Produktif bersama Bunda Sayang

 


Assalamu’alaikum

Tabik pun,

Mengukir kisah dalam setiap proses sering tak sesuai dengan harapan. Jenuh akan mendera, lagi-lagi bukan karena tak sanggup untuk melalui tapi karena bertumpuknya masalah yang sulit untuk diurai. Putus asa menghampiri saya kemarin, pertanyaan telak menusuk kegelisahan. Mengapa saya tidak bisa menyelesaikan tantangan ini dengan baik?

Saya masih belum bisa menemukan pilihan kata agar komunikasi produktif dapat terwujud. Saya merasa gagal menyampaikan beberapa pesan. Sesungguhnya saya bersedih dengan situasi ini, apalagi saya tidak bisa mendokumentasikan apa yang sudah saya lakukan dalam memperbaiki komunikasi saya dengan anak-anak setiap hari. Tantangan pertama Bunda Profesional tidak bisa dengan sempurna saya kerjakan. Mungkin saya terlalu perfeksionis atau terlalu tinggi menerapkan indikator keberhasilan dalam tantangan ini sehingga saya sulit untuk mengedepankan bahagia dalam menjalani tantangan ini.

Si Sulung dan Tantangan Bunda Sayang

 


Assalamu’alaikum.

Tabik pun,


Tantangan hari ke-8 Komunikasi Produktif Bunda Sayang Ibu Profesional. Setelah melatih diri selama beberapa hari ini, apa yang saya rasakan? Ada sedikit perubahan dalam diri saya, namun masih harus banyak berlatih lagi. Agak sedikit letih yang saya rasakan karena sepertinya latihan yang saya lakukan belum mendapatkan hasil maksimal. Berkali-kali saya meyakinkan diri kembali bahwa latihan ini adalah proses panjang yang membutuhkan komitmen. Pembentukan karakter yang baik tidak bisa terjadi serta merta. Oleh karena itu saya harus selalu menyakinkan diri agar terus-menerus berusaha maksimal dalam setiap proses yang saya jalani.


Si sulung suka membuat saya terkejut dengan prestasi yang dia buat. Saya pernah mengira bahwa dia belum bisa menulis karena dia sering kali tampak tidak serius dalam belajar. namun alangkah kagetnya saya, suatu ketika dia marah dengan adiknya, dia menuliskan perasaannya di dinding. Bukan teman aku, tulisnya suatu ketika. Dia pun termasuk orang yang pedui, pernah suatu saat, adiknya main entah kemana. Sibuklah kami mencarinya.

Komunikasi Produktif bagi Anak yang Suka Adu Argumentasi

 


Assalamu'alaikum.

Tabik pun,

Masih tentang komunikasi produktif. Tantangan Bunda Sayang merupakan sarana bagi saya untuk melatih dan membiasakan diri hal-hal yang baik. Bagi saya memilih kata dalam tak semudah memilih kata dalam tulisan. Kondisi dan situasi yang berbeda tentu saja akan mempengaruhi bagaimana seseorang menyelesaikan masalahnya. Masalahnya saya memang sulit untuk berkata-kata secara langsung, meski saya biasa mengajar dan punya pengalaman mengajar dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Saya memang terkenal pendiam, tapi dalam situasi tertentu saya suka adu argumentasi. Kadang sisi penurut dan pemberontak hadir dalam satu waktu. Ada kekhawatiran sisi-sisi negatif yang ada pada diri saya menurun pada anak-anak saya. Katanya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Meski mungkin bisa saja buah yang jatuh menggelinding, lalu terbawa arus sungai dan terdampar di tempat yang jauh. Hehe...

Saturday, September 12, 2020

Tantangan Pertama Bunda Sayang Hari ke-6

 


Assalamu'alaikum.

Tabik pun,

 

Akhir-akhir ini saya melakukan hal yang tidak biasa dilakukan. Kesibukan selama bulan kemarin dan puncaknya bulan ini membuat jenuh merajalela dan untuk meringankannya, saya berselancar di dunia maya. Biasanya saya mencari tentang artikel ilmiah, namun kali ini saya membaca berita tentang selebritis. Lucu ya? Tapi saya dapat sesuatu. Ada berita tentang selebritis yang akhirnya berhasil hamil stelah penantian selama 10 tahun. Mereka menyebutnya pejuang dau garis biru. Mereka berupaya dengan berbagai cara. Saya kemudian jadi teringat akan kisah beberapa orang yang saya kenal yang juga menanti buah hati bertahun-tahun. Ada yang bahkan sampai menghabiskan uang yang tak terhitung lagi banyaknya. Saya sungguh tertegun.

 

Saya dan suami tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan buah hati. Alhamdulillah. Memiliki anak adalah anugerah terindah bagi sebagian besar pasangan yang menikah. Tapi sesungguhnya memiliki anak bukanlah sebuah prestasi. Anak adalah amanah yang mesti dijaga dengan sepenuh hati. Hanya saja tak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Sebutan ibu dan ayah langsung melekat begitu saja. Hal ini menjadi renungan bagi saya. Begitu mudahnya Allah memberikan kami anak, bahkan ada kekhawatiran akan lahir anak lagi dan lagi jika tidak dibatasi. Tapi apakah kami sudah menjadi orang tua yang sehatusnya? Pertanyaan yang sampai saat ini masih harus terus dipertanyakan, sebagai pengingat agar kami terus belajar menjadi orang tua yang bisa menjaga, merawat, dan mendidik anak-anak secara baik dan benar.

Tantangan Pertama Bunda Sayang Hari Ke-5

 

Assalamualaikum.

Tabik pun,

 

Menjalani tantangan Bunda Sayang Ibu Profesional Batch #6 bukanlah hal yang mudah bagi saya. Apalagi saya termasuk orang yang tidak terlalu tertib dalam mendokumentasikan sesuatu. Ada sedikit beban saat harus menuliskan apa yang sudah dilakukan setiap hari dalam tantangan komunikasi produktif ini. Sebenarnya mendokumentasikan apa yang sudah dilakukan seperti menulis buku harian. Menceritakan apa saja yang terjadi dan apa yang dirasakan. Namun kadang gak mudah mengurai kejadian menjadi untaian kalimat. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya, selain melatih komunikasi produktif juga melatih mendokumentasikannya ke dalam jurnal harian.

 

Menuliskan apa yang sudah saya lakukan saat menjalankan tantangan komunikasi produktif Ibu Profesional membuat saya banyak merenung. Saya kembali mengingat apa saja yang saudah saya lakukan selama ini untuk anak-anak saya. Saya mencintai mereka dan menginginkan hal yang terbaik untuk mereka, akan tetapi sepertinya banyak hal yang harus diperbaiki. Mengubah hal yang terbiasa dilakukan bukanlah perkara mudah. Kadang ada pergulatan dalam diri atas apa yang biasa dilakukan dan apa yang seharusnya dilakukan. Berkomunikasi adalah suatu keaslian yang harus selalu diasah secara terus-menerus. Saya berharap dengan menjalani tantangan Bunda Sayang Ibu Profesional ini ada perubahan yang signifikan terhadap diri untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi.

Sunday, September 6, 2020

Tantangan Pertama Bunda Sayang Hari Ke-4



Assalamu'alaikum.

Tabik pun,

Komunikasi produktif perlu latihan terus-menerus. Komunikasi produktif merupakan keahlian yang butuh kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Di Bunda Sayang Ibu Profesional, komunikasi produktif menjadi tantangan pertama yang harus dilakukan oleh setiap perserta.

Tantangan pertama hari ke-4 masih belum saya rasakan perubahan yang berarti dalam komunikasi saya dengan anak-anak. Saya masih harus terus mengendalikan emosi agar tidak terlalu meluap, berusaha melapangkan hati dan menjernihkan pikiran disaat berbicara. Menangani anak sendiri kadang tak semudah menangani anak orang lain. Kadang-kadang ada rasa kepemilikan yang berlebih sehingga melakukan hal yang terlalu berlebihan. Sikap terlalu sayang tanpa disadari sering hadir, saat berinteraksi dengan anak-anak, akibatnya menimbulkan manja yang berlebihan pada anak-anak.