Minggu, 26 November 2017

MPR RI dan Netizen Bersinergi dalam 4 Pilar







Oleh Lilih Muflihah


Tabik pun,

Saya senang karena malam itu saya diberi izin untuk menghadiri sebuah acara. Acara keren yang dirancang untuk mempertemukan MPR-RI dan Netizen Lampung. Malam itu, 21 November 2017, bertempat di Swiss-belhotel, Bandar Lampung, saya dan teman-teman Tapis Blogger lainnya berkumpul untuk mendengarkan sosialisasi 4 Pilar NKRI. Sosialisasi 4 Pilar MPR RI sudah dilakukan di berbagai daerah. Harapannya agar netizen bisa ikut serta memberikan informasi kepada publik tentang sosialisasi 4 Pilar. Mengapa netizen? Karena netizen saat ini merupakan kelompok penekan yang bisa sangat mempengaruhi opini publik.

Acara tersebut secara langsung menghadirkan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan sebagai pembicara. Uniknya, karena Pak Zulkifli Hasan berasal dari Lampung, acara tersebut memiliki tambahan rasa yang berbeda. Nah, informasi apa saja yang saya dapatkan dari acara tersebut? Simak ya.




Sambutan dari Ibu Fauziah Ka Biro Humas Setjen MPR RI.
Sumber foto: Lilih Muflihah


Sambutan  dari Bapak Ma'ruf Cahyono, Sekjen MPR RI.
Sumber foto: Lilih Muflihah

De-ideologi Bangsa

De-ideologi bangsa merupakan bentuk pengikisan ideologi. Tidak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi informasi dan media sosial, dapat mempercepat terjadi de-ideologi. Sekjen MPR-RI, Ma'ruf Cahyono, dalam sambutannya mengatakan bahwa karakter bangsa harus dibentuk dengan:
  1. Memperkokoh karakter religius.
  2. Memanusiakan manusia (humanisme)
  3. Menyuarakan rasa nasionalisme
  4. Bermusyawarah mufakat
  5. Berkeadilan sosial
Sumber foto: Lilih Muflihah

Empat Pilar MPR RI

Globalisasi, kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi serta sikap individual merupakan tantangan nasionalisme. Untuk itu nasionalisme perlu terus dibangun dengan memperkuat 4 Pilar, yaitu:
  1. Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa
  2. UUD 1945 sebagai konstitusi negara
  3. NKRI sebagai bentuk negara
  4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara


Masalah Bangsa

Zulkifli Hasan, Ketua MPR-RI.
Sumber foto: Lilih Muflihah
Ada beberapa catatan masalah yang harus diatasi secara bersama-sama menurut Zulkifli Hasan, Ketua MPR-RI, yaitu:
  1. Kemiskinan
  2. Kesenjangan ekonomi
  3. Korupsi
  4. Ketidakpercayaan
Pesan Ketua MPR-RI

Zulkifli Hasan mengatakan bahwa dunia global penuh tantangan, generasi jaman now harus memiliki daya tahan dan daya saing. Daya tahan terhadap penggerusan ideologi yang dilakukan oleh pihak-pihak lain dan daya saing dalam pendidikan dan keahlian. Jati diri bangsa harus tetap kuat dan kemampuan untuk bersaing dengan bangsa lain juga harus tangguhZulkifli Hasan yang berasal dari Lampung juga berpesan agar generasi muda Lampung jangan minder. Banyak yang berasal dari daerah mampu untuk bersaing.

Supaya tetap eksis, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:
  1. Mencintai adat istiadat daerah, bangga terhadap tanah kelahirannya, dan mempromsikan daerahnya.
  2. Memahami sejarah bangsanya, karena Indonesia merdeka merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan, bukan pemberian.
  3. Memiliki ilmu, cekatan, dan memiliki jaringan yang luas sehingga akan memunculkan kreatifitas dan inovasi, dengan demikian tangguh dalam daya saing.
Foto Bersama dalam Ngobrol Bareng MPR RI dan Netizen Lampung.
Sumber foto: Tapis Blogger.

Acara Ngobrol bareng MPR-RI dan Netizen Lampung kemudian diakhiri dengan foto bersama. Sesi yang paling ditunggu oleh saya dan semuanya. Dan PR bagi Netizen Lampung agar melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan semua media yang ada. 


Pengaruh netizen saat ini sangat besar karena mampu mengiring opini publik, jadi memang sudah sepantasnya untuk ikut serta dalam memberikan informasi yang tepat dan akurat. Apalagi saat ini banyak berita hoax, berita yang kebenarannya diragukan, bertebaran di media sosial dan internet yang membuat publik menjadi terpecah belah.


Sosialisasi untuk menguatkan pemahaman terhadap ideologi bangsa adalah kewajiban bersama dan harus dilakukan secara berkala. Karena sejatinya sosialisasi memang harus dilakukan secara terus menerus agar pemahaman menjadi stabil, tak mudah digoyahkan.


4 komentar:

  1. Sepakat dengan poin memperkokoh karakter religius, namun tak lupa pula untuk mengamalkan sikap bertoleransi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dan memang seharusnya jika sudah rekigius maka punya sikap toleransi. trims

      Hapus
  2. artinya sosialisasi harus terus berkesinambungan ya,dan itu tugas kita bersama.

    BalasHapus
  3. Kalimat yang paling mengena itu "memanusiakan manusia"
    👍👍👍

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar yang sopan ya :)



Jangan lupa follow IG @ummi_lilihmuflihah dan Twitter @UmmiLilih