Minggu, 26 November 2017

MPR RI dan Netizen Bersinergi dalam 4 Pilar







Oleh Lilih Muflihah


Tabik pun,

Saya senang karena malam itu saya diberi izin untuk menghadiri sebuah acara. Acara keren yang dirancang untuk mempertemukan MPR-RI dan Netizen Lampung. Malam itu, 21 November 2017, bertempat di Swiss-belhotel, Bandar Lampung, saya dan teman-teman Tapis Blogger lainnya berkumpul untuk mendengarkan sosialisasi 4 Pilar NKRI. Sosialisasi 4 Pilar MPR RI sudah dilakukan di berbagai daerah. Harapannya agar netizen bisa ikut serta memberikan informasi kepada publik tentang sosialisasi 4 Pilar. Mengapa netizen? Karena netizen saat ini merupakan kelompok penekan yang bisa sangat mempengaruhi opini publik.

Acara tersebut secara langsung menghadirkan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan sebagai pembicara. Uniknya, karena Pak Zulkifli Hasan berasal dari Lampung, acara tersebut memiliki tambahan rasa yang berbeda. Nah, informasi apa saja yang saya dapatkan dari acara tersebut? Simak ya.


Selasa, 12 September 2017

Beberapa hal yang perlu dketahui untuk Mencegah Stunting



Oleh Lilih Muflihah


Tabik pun,

Pagi yang indah di hari Selasa, tanggal 12 September 2017, Direktorat Kemitraan Komunikasi Kementrian Komunikasi dan Informasi mengadakan acara yang keren banget, dengan tema “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam Penurunan Prevalensi Stunting.” Bahagia sekali saya bisa mengambil bagian di acara ini. Saya senang karena banyak pengetahuan yang saya dapatkan dan dengan senang hati saya bagikan. Simak ya.

Berawal dari info di WA Tapis Blogger, saya sangat antusias untuk ikut acara ini. Saya sangat penasaran dengan tema yang diambil. Stunting itu apa? Dalam pikiran saya saat itu. Yah saya akui memang saya agak sedikit kudet, yang saya tahu stuntman. Hehe… Selain itu saya juga penasaran dengan Mba Mira Sahid. Merupakan suatu kebahagiaan bagi saya bisa bertemu langsung dengan orang-orang yang selama ini hanya saya lihat di dunia maya.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Antara Bandar Lampung dan Kalirejo


Ibu saya merupakan anak pertama dari 9 bersaudara. Sebenarnya anak nenek ada 13 tapi yang hidup hanya 9 orang. Untuk mempererat tali silaturahim, kami mengadakan arisan keluarga yang anggotanya adalah adik-beradik ibu saya beserta anak-anak mereka. Kami memang keluarga besar. Karena nenek dan kakek sudah tiada, kami memang jarang berkumpul. Setahun sekali bertemu jadilah, untuk melepas rasa rindu, berbagi cerita dan pengalaman. Apalagi keluarga besar kami tersebar di berbagai daerah baik itu di Lampung maupun di luar Lampung.

Idul fitri tahun ini ibu saya yang menjadi tuan rumah arisan namun saya tidak akan bercerita tentang kisah arisan di Bandar Lampung. Saya akan berbagi kisah arisan tahun yang lalu. Tahun lalu, sepupu saya yang di Kalirejo, Lampung Tengah yang menjadi tuan rumah.

Selasa, 15 Agustus 2017

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik



Oleh Lilih Muflihah

Tabik pun, 

Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan orang lain. Sekarang mau kemana saja mudah ada ojek online bahkan bisa pesan yang mobil juga. Dulu bingung jika ada pakaian yang robek, sekarang ada mesin jahit portable yang lebih mudah digunakan untuk memperbaiki pakaian yang robek. Dulu memasak itu lama karena harus menyiapkan bumbu atau bahan masakan secara manual, sekarang ada alat untuk menggiling bumbu, atau memotong sayuran, dan yang lebih praktis lagi ada bumbu siap masak dengan berbagai jenis masakan.  Dulu harus ke pasar dulu jika mau beli sesuatu, sekarang tinggal gunakan telepon pintar untuk membeli, segala macam barang bahkan jasa tersedia tinggal pilih.

Senin, 14 Agustus 2017

Belajar Mendesain Blog: Tak Kenal Henti untuk Berusaha



Oleh Lilih MUflihah

Tabik pun,

Awalnya saya membuat blog adalah agar bisa mempublikasikan tulisan-tulisan saya. Saya juga ingin blog saya menjadi media belajar menulis, gaya kan? Hehe… Dulu saya juga tidak mempersoalkan tentang penampilan blog, yang penting enak dilihat. Kemudian saat senggang saya mulai melihat-lihat blog milik orang lain. Saya cukup tertarik dengan penampilan blog-blog yang banyak hiasannya. Saya mulai mencari tahu bagaimana mereka bisa menghiasi blog-blog tersebut. Saya mencoba bagaimana agar blog saya ditaburi dengan hujan salju, bagaimana agar tulisan bisa berjalan, bagaimana agar tulisan di blog bisa berkelap kelip, bagaimana menyisipkan gambar, dan sebagainya. Kala itu saya memang punya lumayan banyak waktu untuk mencari tahu dan mencoba-coba menghiasi tampilan blog. Apalagi didukung dengan adanya warung internet dekat rumah. Hasil trial and eror saya lumayan berhasil, setidaknya saya merasa puas dengan tampilan blog saya.

Jumat, 04 Agustus 2017

About Me

Saya Lilih Muflihah. Saya pernah penasaran dengan arti nama saya. Meskipun ada orang yang bilang apalah arti sebuah nama, bagi saya penting untuk mengetahui arti nama. Kemudian saya bertanya pada ayah saya yang kini sudah tiada. Ayah bilang, nama saya merupakan pemberian dari kakek, ayah, dan ibu. Ayah tidak menjelaskan secara spesifik apa arti kata Lilih. Beliau hanya bercerita bahwa dulu, saya hendak diberi nama Laili Muflihah tapi karena nama Laili yang berarti malam, sudah banyak digunakan akhirnya diganti menjadi Lili yang berarti bunga. Supaya namanya pas, jadilah Lilih Muflihah. Saya lupa bertanya lebih lanjut tentang kisah pemberian nama ini tapi menurut praduga saya, karena kakek adalah orang Sunda maka penambahan huruf H dalam kata Lili menjadi senada dengan Muflihah. Bisa dicek nama-nama orang Sunda misalnya Eha Soleha, Yayat Suhayat, Yana Sunarya, Engkos Koswara, dan sebagainya. Sementara kata Muflihah berasal dari Bahasa arab yang berarti beruntung. Kelahiran saya bisa dibilang merupakan keberuntungan karena selama hamil, ibu saya suka sakit-sakitan dan sebelumnya ibu saya pernah megalami keguguran. Kata ibu, saya lahir sebesar botol kecap, 2 kg saja. Ah jangan bandingkan dengan sekarang ya. Hehe…

Sabtu, 29 Juli 2017

3 Cara Mengatasi Masalah Kesehatan dan Keselamatan pada Anak

Tabik pun,

Setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai hari anak nasional. Berbagai masalah yang kerap terjadi pada anak tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Pemerintah, masyarakat, dan pihak lainnya sudah seharusnya saling bersinergi untuk menjaga anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa. Banyak kasus yang menyangkut masalah anak, mulai dari kekerasan pada anak sampai pada perdagangan anak. Merujuk pada berita republika online, disebutkan bahwa data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen. PPPA) menyebutkan jumlah kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak selama kurun waktu lima tahun terakhir sejak 2012 meningkat dari 18.718 menjadi 54.041 kasus pada Juni 2017 (http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/
17/07/07/ospj5j-jumlah-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak-meningkat). Dari data tersebut kita bisa melihat bahwa anak tak luput dari objek kekerasan. Bahkan bentuk kekerasan terhadap anak pun banyak ragamnya. Dan yang mengerikan terkadang kekerasan yang terjadi dilakukan oleh orang terdekat anak. Semoga Allah melindungi anak-anak kita dan menjaga sikap kita sebagai orang tua atau orang dewasa yang bersama dengan anak-anak agar bisa menjaga dan merawat mereka dengan baik. Amin.